Skip to content

Bermatakan Kaki di Jalanan

let_start_the_journey

Katanya kita mencari yang ada namun tersesat ke jalan-jalan dusta. Kita duduk di atas tingkatan tertinggi tapi realiti persis di bawah kaki. Kita hanya berpura meneguk keinsafan yang kenyang dengan kemungkaran.

Dipulangkan kita ke arah cahaya lalu pantas kita memilih sehingga patah tengkuk menoleh kiri dan kanan. Hanya ketika sakit dan nazak barulah sedar dan rela diusung jiwa dan pengharapan menuju jalan pulang.

Bertapak pada dasar manusia.

Tahumu kembali ke tempat yang nyata. Jangan dan kita tersesat lagi. Biar bersumpah dengan lidah yang pernah dusta, tapi menelan hembus bara kesanggupan demi Tuhan. Terbangkan masa silam itu. Biar diludah manusia, asal berenang di lautan ketetapan Tuhan yang tidak perlu orang lain fahami.

Kau kata pada Tuhan
“ambillah jiwaku untuk KAU hambakan!”

Published inPuisi

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *